Saturday, 26 September 2026

Di Forum ITMO 2027, Kebun Raya Dorong Pengembangan Experience Tourism Berkelanjutan

Di Forum ITMO 2027, Kebun Raya Dorong Pengembangan Experience Tourism Berkelanjutan

Indonesia Tourism & MICE Outlook 2027 (ITMO) yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis, 24 September 2026, menjadi ajang penting bagi para pelaku industri pariwisata, akademisi, pembuat kebijakan, asosiasi, dan media untuk membedah lanskap pariwisata dan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) menuju tahun 2027. Forum tahunan yang dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, ini menjadi saksi bisu aspirasi dan gagasan inovatif untuk memajukan industri pariwisata Indonesia. Salah satu sorotan utama yang mengemuka dalam forum ini adalah potensi Kebun Raya sebagai model unggulan dalam pengembangan pariwisata berbasis pengalaman (experience tourism) yang berakar kuat pada prinsip konservasi dan keberlanjutan lingkungan. Marga Anggrianto, Managing Director Mitra Natura Raya, dengan tegas menyampaikan pandangannya bahwa Kebun Raya memiliki kapasitas luar biasa untuk bertransformasi menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan dampak positif yang mendalam bagi lingkungan dan masyarakat.

Pernyataan Marga Anggrianto dalam ITMO 2027 menyoroti pergeseran paradigma dalam industri pariwisata. Ia menekankan bahwa fokus pada kuantitas kunjungan semata tidak lagi memadai. Industri pariwisata modern harus mampu menyajikan pengalaman yang bermakna dan berkesan bagi setiap wisatawan, sekaligus memastikan bahwa geliat pariwisata memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal dan yang terpenting, menjaga kelestarian alam. "Peningkatan experience dan optimalisasi manfaat industri pariwisata pada 2027 tidak bisa diserahkan kepada satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang terstruktur," ujar Marga, menekankan pentingnya sinergi yang terorganisir antarberbagai pemangku kepentingan.

Pengembangan pariwisata berbasis pengalaman yang berkelanjutan ini, menurut Marga, membutuhkan sebuah kerangka kerja kolaboratif yang kuat, khususnya melalui skema Kemitraan Pemerintah dan Swasta (Public-Private Partnership/PPP). Skema ini dipandang sebagai jembatan strategis untuk memperkuat ekosistem pariwisata secara keseluruhan dan secara bersamaan mengoptimalkan fungsi multifaset dari Kebun Raya. Dalam konteks kemitraan ini, pemerintah memegang peranan krusial dalam menyediakan landasan regulasi yang jelas dan kondusif, serta aktif mendorong terjalinnya kolaborasi yang produktif. Sementara itu, sektor swasta ditantang untuk menjadi motor penggerak inovasi, mengembangkan layanan yang superior, dan menciptakan pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Konsep kemitraan yang holistik ini telah terbukti efektif dan tercermin dalam pengelolaan empat Kebun Raya yang berada di bawah naungan Mitra Natura Raya, yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Bali. Keempat institusi ini bukan sekadar menjadi bastion konservasi tumbuhan langka, melainkan telah berevolusi menjadi destinasi wisata yang dinamis. Mereka menawarkan beragam pengalaman kepada pengunjung, mulai dari edukasi lingkungan yang mendalam, berbagai aktivitas wisata yang menarik, hingga wadah bagi kegiatan ekonomi kreatif. Semua ini dijalankan dengan komitmen teguh untuk menjaga keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya.

Marga Anggrianto menjelaskan lebih lanjut bahwa kemitraan dalam pengelolaan Kebun Raya merupakan sebuah inovasi yang digagas oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Tujuan utama dari inovasi ini adalah untuk memaksimalkan potensi dan manfaat yang dapat diberikan oleh Kebun Raya, tidak hanya bagi pelestarian alam, tetapi juga bagi berbagai pihak yang terlibat, termasuk masyarakat, sektor pariwisata, dan dunia riset. Pendekatan kemitraan ini telah mendapatkan pengakuan internasional di bidang pariwisata berkelanjutan. Lebih lanjut, model kemitraan ini bahkan telah menjadi studi kasus yang dipelajari oleh Kementerian Keuangan dalam mengevaluasi manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan dari skema PPP. Ini menunjukkan bahwa Kebun Raya, dengan pengelolaan yang tepat dan kolaborasi yang sinergis, dapat menjadi lokomotif pariwisata berkelanjutan yang memberikan keuntungan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pengembangan experience tourism di Kebun Raya bukan sekadar tentang menawarkan pemandangan alam yang indah. Ini adalah tentang menciptakan narasi yang kuat, membangun koneksi emosional antara pengunjung dan alam, serta mendidik generasi mendatang tentang pentingnya konservasi. Di Kebun Raya Bogor, misalnya, pengunjung tidak hanya dapat berjalan-jalan di antara pepohonan rindang dan koleksi tumbuhan yang beragam, tetapi juga dapat mengikuti tur edukasi tentang botani, sejarah Kebun Raya, serta pentingnya keanekaragaman hayati untuk ekosistem. Ada pula aktivitas seperti photography tour, perkemahan edukatif, dan lokakarya tentang pemanfaatan tumbuhan obat.

Kebun Raya Cibodas, yang terletak di dataran tinggi, menawarkan pengalaman yang berbeda, dengan fokus pada ekosistem pegunungan dan tumbuhan yang beradaptasi dengan iklim sejuk. Pengunjung dapat menikmati keindahan bunga-bunga musiman, menjelajahi hutan gunung, dan mempelajari tentang flora endemik Jawa Barat. Aktivitas seperti bird watching, pendakian singkat, dan program edukasi tentang pelestarian hutan seringkali menjadi daya tarik utama di sini.

Di Kebun Raya Purwodadi, yang berlokasi di Jawa Timur, pengunjung akan menemukan koleksi tumbuhan tropis kering yang unik. Kebun raya ini menjadi pusat penelitian dan konservasi bagi spesies-spesies yang mampu bertahan dalam kondisi kekeringan. Pengalaman di sini bisa meliputi tur tentang adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan kering, demonstrasi teknik irigasi hemat air, dan program penanaman pohon yang melibatkan partisipasi pengunjung.

Sementara itu, Kebun Raya Bali, yang dikenal sebagai Eka Karya Bali, tidak hanya berfungsi sebagai pusat konservasi tumbuhan tropis, tetapi juga menjadi destinasi wisata spiritual dan budaya. Pengunjung dapat menemukan koleksi tanaman obat tradisional, taman tematik yang indah, dan bahkan area untuk meditasi dan refleksi. Program edukasi tentang jamu tradisional, upacara adat yang berkaitan dengan tumbuhan, dan kegiatan eco-tourism yang bertanggung jawab menjadi bagian integral dari pengalaman di sini.

Kolaborasi antara pemerintah dan swasta, seperti yang diusung oleh Mitra Natura Raya, memungkinkan integrasi berbagai elemen yang dibutuhkan untuk menciptakan experience tourism yang sukses. Pemerintah, melalui BRIN dan kementerian terkait, menyediakan dukungan kelembagaan, riset, dan regulasi. BRIN, sebagai badan riset inovasi nasional, memiliki peran sentral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam. Keterlibatan BRIN memastikan bahwa setiap aktivitas di Kebun Raya didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah yang kuat.

Pihak swasta, seperti Mitra Natura Raya, membawa keahlian dalam manajemen operasional, pemasaran, dan pengembangan produk wisata. Mereka mampu menerjemahkan potensi ilmiah dan konservasi Kebun Raya menjadi paket pengalaman yang menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional. Investasi dalam infrastruktur pendukung, seperti pusat informasi, area kuliner yang menyajikan produk lokal, akomodasi ramah lingkungan, dan fasilitas rekreasi yang berkelanjutan, menjadi tanggung jawab swasta yang turut memperkaya pengalaman pengunjung.

Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, model ini menekankan pada penciptaan nilai jangka panjang. Experience tourism yang dikembangkan di Kebun Raya bukan hanya tentang kesenangan sesaat, tetapi tentang memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya alam, menginspirasi perubahan perilaku positif terhadap lingkungan, dan membangun apresiasi terhadap warisan budaya dan hayati bangsa. Edukasi menjadi kunci utama. Melalui berbagai program interaktif, pengunjung, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, diajak untuk belajar tentang siklus kehidupan tumbuhan, peran ekosistem, ancaman terhadap keanekaragaman hayati, dan bagaimana setiap individu dapat berkontribusi pada upaya pelestarian.

Pendekatan ini juga membuka peluang ekonomi kreatif yang luas. Komunitas lokal dapat dilibatkan dalam penyediaan produk kerajinan tangan, makanan tradisional, hingga jasa pemandu wisata yang berbasis kearifan lokal. Ini menciptakan dampak ekonomi yang berlipat ganda, mendistribusikan manfaat pariwisata secara lebih merata, dan memperkuat identitas budaya daerah.

Penghargaan internasional yang diterima oleh model kemitraan pengelolaan Kebun Raya ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam sustainable tourism. Pengakuan ini tidak hanya mengangkat citra pariwisata Indonesia di kancah global, tetapi juga menjadi dorongan bagi pemerintah dan swasta untuk terus berinovasi dan memperluas penerapan model yang terbukti berhasil ini ke destinasi wisata lainnya. Studi oleh Kementerian Keuangan mengenai manfaat ekonomi dari skema PPP menegaskan bahwa investasi dalam pariwisata berkelanjutan yang dikelola secara profesional melalui kemitraan dapat memberikan return on investment yang signifikan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

Di tengah tren pariwisata global yang semakin berorientasi pada pengalaman otentik, berkelanjutan, dan bermakna, Kebun Raya Indonesia, dengan strategi pengembangan experience tourism yang didukung oleh kolaborasi kuat antara pemerintah dan swasta, memiliki posisi yang sangat strategis. Forum ITMO 2027 telah membuka pintu diskusi yang lebih luas dan mendalam, menyoroti bahwa masa depan pariwisata Indonesia terletak pada kemampuannya untuk menawarkan lebih dari sekadar destinasi, tetapi juga pengalaman yang mengubah hidup, yang menghargai alam, dan yang memperkaya jiwa, sembari memastikan bahwa keindahan dan kekayaan alam Indonesia lestari untuk generasi yang akan datang. Peran Kebun Raya sebagai pusat edukasi, konservasi, dan destinasi wisata pengalaman berkelanjutan adalah aset berharga yang harus terus dikembangkan dan dipromosikan secara global.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *