Friday, 25 September 2026

Pepsodent Dukung Pemanah Para Kholidin Jaga Kesehatan Gigi Jelang Para Games 2026

Pepsodent Dukung Pemanah Para Kholidin Jaga Kesehatan Gigi Jelang Para Games 2026

Dalam dunia olahraga profesional, performa seorang atlet sering kali diukur melalui kekuatan fisik, ketajaman teknik, hingga kecanggihan perlengkapan yang digunakan. Namun, bagi Kholidin, seorang pemanah para-Indonesia yang inspiratif, batasan antara tubuh dan alat olahraga menjadi sangat unik. Baginya, gigi dan mulut bukan sekadar organ untuk makan atau berbicara, melainkan komponen vital yang menunjang teknik memanah yang ia kembangkan sendiri. Menyadari keunikan sekaligus tantangan kesehatan yang dihadapi Kholidin, Pepsodent secara resmi menghadirkan kolaborasi bertajuk “Bite Into Glory” sebagai wujud dukungan nyata bagi sang atlet dalam menatap ajang Para Games 2026 mendatang.

Dukungan ini bukanlah dukungan sponsor biasa. Fokus utama dari kolaborasi “Bite Into Glory” adalah pemeliharaan kesehatan mulut yang dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan spesifik Kholidin. Sebagai pemanah yang menggunakan metode gigitan untuk menarik dan melepaskan tali busur, kesehatan jaringan periodontal Kholidin menjadi taruhan utama dalam setiap sesi latihannya. Melalui kemitraan ini, Pepsodent memberikan akses perawatan periodontal profesional secara berkala di Solo, serta menyusun rutinitas perawatan mulut intensif yang dirancang untuk memperkuat gigi, gusi, dan jaringan pendukung di area mulut. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa Kholidin tetap berada dalam kondisi prima di tengah padatnya jadwal latihan menuju panggung internasional di Jepang pada tahun 2026.

Perjalanan Kholidin dalam dunia panahan dimulai sejak tahun 2017. Sejak saat itu, ia terus berinovasi, mengembangkan teknik yang memungkinkannya menarik dan melepaskan anak panah menggunakan mulut dan giginya. Teknik ini bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari proses latihan panjang, eksperimen yang tak terhitung jumlahnya, serta penyempurnaan terus-menerus selama bertahun-tahun. Dalam fase latihan intensif, Kholidin rata-rata melepaskan sekitar 250 hingga 500 anak panah per hari. Angka ini bahkan bisa melonjak hingga 600 anak panah saat memasuki fase latihan puncak. Frekuensi yang sangat tinggi ini membuat gigi, gusi, dan rahangnya terus-menerus menopang beban mekanisme teknik memanahnya, menjadikannya bagian tubuh yang paling krusial untuk dijaga.

“Saya menyadari bahwa cara saya memanah sekarang sudah tidak sama seperti sebelumnya, tetapi kecintaan saya terhadap olahraga ini tidak pernah berubah. Bagi saya, yang terpenting adalah terus mencari cara untuk menjadi lebih baik. Setiap latihan, setiap proses, dan setiap kemajuan menjadi motivasi bagi saya untuk terus melangkah maju,” ujar Kholidin dengan penuh semangat. Baginya, kesehatan mulut kini telah bertransformasi dari sekadar kebutuhan higienitas harian menjadi fondasi teknis yang menopang seluruh karier atletiknya.

Rikka Anggitha, Oral Care Category Lead Unilever Indonesia, menyatakan bahwa kisah Kholidin adalah refleksi nyata tentang bagaimana konsistensi dan kegigihan dapat mendobrak keterbatasan. Baginya, kolaborasi ini memiliki nilai yang lebih dalam karena menyentuh sisi teknis yang sangat spesifik dari seorang atlet. “Kisah Kholidin menunjukkan bagaimana kerja keras dapat mendorong seseorang untuk terus berkembang. Bagi Kholidin, gigi dan mulut bukan hanya penting bagi kesehatan sehari-hari, tetapi menjadi bagian integral dari teknik yang ia kembangkan untuk berlatih dan bertanding. Melalui ‘Bite Into Glory’, kami tidak hanya mendukung aktivitas olahraganya, tetapi juga membantu menjaga aset paling berharga yang menunjang tekniknya tersebut,” jelas Rikka.

Lebih lanjut, Rikka menambahkan bahwa hubungan antara Pepsodent dan Kholidin terasa sangat organik. Kholidin telah lama menjadi pengguna setia produk Pepsodent, sehingga kolaborasi ini dirasakan sebagai langkah natural untuk memperkuat komitmen kedua belah pihak. Dari perspektif medis, Pepsodent Expert dr. Mirah menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Kholidin memerlukan perhatian khusus pada kesehatan periodontal. Mengingat beban mekanis yang diterima gigi dan gusi setiap harinya, menjaga integritas jaringan pendukung gigi adalah hal yang mutlak. Perawatan periodontal yang tepat dan terukur akan membantu Kholidin tetap kuat, meminimalisir risiko cedera mulut, dan memastikan performanya tetap stabil hingga hari pertandingan tiba.

Kholidin sendiri kini tengah mematangkan persiapan menuju Para Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Prefektur Aichi, Jepang. Ia menyadari bahwa kompetisi tingkat internasional memerlukan kesiapan total, bukan hanya secara mental dan fisik secara umum, tetapi juga kesehatan spesifik yang mendukung tekniknya. “Bagi saya, setiap kompetisi adalah kesempatan untuk belajar, mengevaluasi diri, dan terus berkembang. Teknik saya mungkin berbeda, tetapi ambisi saya sebagai atlet tetap sama: menjadi lebih baik setiap hari dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” tambah Kholidin.

Dukungan yang diberikan Pepsodent ini juga membawa pesan yang lebih luas kepada masyarakat Indonesia. Inisiatif “Bite Into Glory” diharapkan dapat membuka mata banyak orang bahwa kesehatan mulut memiliki keterkaitan erat dengan kualitas hidup, kepercayaan diri, dan pencapaian seseorang dalam bidang apa pun. Kesehatan mulut yang terjaga dengan baik adalah investasi yang akan membuahkan hasil, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam upaya meraih prestasi di tingkat dunia.

Pepsodent, melalui kampanye ini, ingin menegaskan bahwa mereka hadir untuk mendukung setiap individu dalam meraih impiannya. “Kami berharap inisiatif ‘Bite Into Glory’ dan dukungan yang diberikan Pepsodent dapat menjadi pengingat bahwa kesehatan mulut bukan hanya tentang memiliki senyum yang sehat, tetapi juga dapat menjadi fondasi bagi rasa percaya diri yang mendorong setiap individu untuk bermimpi lebih besar dan mencapai yang terbaik,” tutup Rikka Anggitha.

Dengan kombinasi antara ketekunan atlet, dedikasi dalam latihan, serta dukungan kesehatan mulut yang profesional, Kholidin diharapkan dapat tampil sebagai versi terbaik dari dirinya di Para Games 2026 nanti. Kisahnya menjadi bukti bahwa dengan dukungan yang tepat dan semangat pantang menyerah, keterbatasan apa pun dapat diubah menjadi keunggulan yang membawa harum nama bangsa di panggung dunia. Pepsodent pun berkomitmen untuk terus mendampingi Kholidin dalam setiap anak panah yang ia lepaskan, memastikan bahwa setiap "gigitan" yang ia lakukan tetap membawa kejayaan bagi Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *