Sunday, 27 September 2026

Kebun Raya Gelorakan Kekayaan Flora Indonesia di FLOII Expo 2026 Melalui Booth Interaktif yang Menginspirasi

Kebun Raya Gelorakan Kekayaan Flora Indonesia di FLOII Expo 2026 Melalui Booth Interaktif yang Menginspirasi

Kebun Raya kembali memukau pengunjung di ajang prestisius Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026, yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, pada tanggal 17 hingga 20 September 2026. Keikutsertaan Kebun Raya tahun ini bukan sekadar pameran, melainkan sebuah persembahan menyeluruh terhadap kekayaan tumbuhan Indonesia, dengan mengusung konsep inovatif "From Collection to Connection". Konsep ini secara gamblang menunjukkan ambisi Kebun Raya untuk tidak hanya memamerkan koleksi tanaman yang langka dan berharga, tetapi juga untuk merajut koneksi emosional dan intelektual antara masyarakat dengan dunia botani. Pengunjung diajak untuk menyelami cerita di balik setiap tanaman, menggali nilai ilmiahnya yang tak ternilai, serta memahami peran krusial koleksi tumbuhan dalam menjaga kelestarian alam dan keberlanjutan lingkungan.

Marga Anggrianto, Managing Director Mitra Natura Raya, pengelola Kebun Raya, menegaskan bahwa FLOII Expo 2026 menjadi momentum emas untuk semakin mendekatkan peran vital Kebun Raya kepada publik. "Kami ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap sebuah koleksi tanaman," ujar Marga dalam keterangan resminya yang dikutip pada Jumat, 18 September 2026. "Di Kebun Raya, setiap tanaman bukan hanya sekadar tumbuhan, melainkan sebuah entitas yang menyimpan cerita, memiliki nilai ilmiah yang mendalam, dan memainkan peran fundamental dalam keseimbangan ekosistem." Harapannya, melalui interaksi langsung di FLOII Expo 2026, masyarakat dapat memandang tumbuhan lebih dari sekadar elemen dekoratif, melainkan sebagai pilar penting dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia yang luar biasa.

Konsep "From Collection to Connection" diimplementasikan secara apik melalui desain booth yang sangat interaktif, terbagi dalam beberapa zona yang dirancang untuk memberikan pengalaman multidimensional bagi setiap pengunjung. Zona-zona tersebut meliputi Mini Ecoregion, Mengenal Kebun Raya, Workshop Edukasi, Merchandise, dan Plant Market. Setiap area menawarkan perspektif unik yang memperkaya pemahaman pengunjung tentang dunia tumbuhan Indonesia.

Salah satu daya tarik utama yang berhasil mencuri perhatian adalah zona Mini Ecoregion. Area ini dirancang secara cermat untuk menyajikan miniatur representasi ekosistem yang mencerminkan kekhasan dan karakter alamiah dari empat Kebun Raya kelolaan Mitra Natura Raya di seluruh Indonesia. Pengunjung diajak berkeliling seolah menjelajahi empat penjuru nusantara, merasakan langsung atmosfer dan keragaman hayati dari Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Bali, dan Kebun Raya Purwodadi.

Zona Bogor, misalnya, dengan piawai merepresentasikan karakter dataran rendah basah yang subur, menampilkan koleksi tanaman dari famili Araceae yang terkenal dengan keindahan daunnya yang beragam dan bentuknya yang unik. Kelembapan dan kekayaan tanah di zona ini seolah mengajak pengunjung untuk merasakan kehidupan flora di lingkungan yang ideal. Berbeda dengan zona Bogor, zona Cibodas hadir dengan nuansa dataran tinggi basah yang sejuk dan lembap, menjadikannya habitat sempurna bagi berbagai jenis lumut atau Bryophyta. Lumut-lumut ini, dengan tekstur dan warnanya yang menawan, menjadi elemen visual utama yang menonjolkan kelembapan dan kesuburan khas pegunungan.

Selanjutnya, zona Bali menawarkan representasi dataran tinggi kering yang eksotis. Di sini, pengunjung dapat mengagumi keindahan koleksi Begonia, tanaman yang mampu beradaptasi dengan baik di kondisi tanah yang lebih kering namun tetap kaya akan nutrisi. Keberagaman warna dan bentuk kelopak bunga Begonia menjadi simbol ketahanan dan keindahan adaptif flora Indonesia. Sementara itu, zona Purwodadi secara apik menampilkan karakter dataran rendah kering yang unik. Elemen kayu alami, batuan sedimen yang kokoh, serta Hoya yang tumbuh secara epifit berpadu harmonis, menciptakan gambaran ekosistem yang kering namun tetap kaya akan kehidupan. Kehadiran Hoya yang menempel pada pohon atau batuan memberikan dimensi visual yang menarik dan edukatif mengenai strategi tumbuhan untuk bertahan hidup di lingkungan yang menantang.

"Melalui Mini Ecoregion ini, kami ingin menegaskan betapa luas dan beragamnya kekayaan tumbuhan Indonesia, serta betapa uniknya karakter ekosistem yang terbentuk di setiap wilayah," jelas Marga. Ia menambahkan bahwa pengalaman visual dan edukatif ini diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap keanekaragaman hayati yang dimiliki bangsa.

Tidak hanya fokus pada pameran koleksi, Kebun Raya juga mengintegrasikan elemen edukasi yang mendalam melalui kegiatan botanical journaling. Program inovatif yang berasal dari Kebun Raya Bogor ini dirancang untuk menggabungkan pendekatan ilmiah dengan sentuhan artistik. Pengunjung diajak untuk berinteraksi langsung dengan tumbuhan, mengamati detail-detail kecil, mencatat pengamatan mereka, dan mengekspresikan pemahaman mereka melalui gambar atau tulisan. Metode ini tidak hanya menstimulasi rasa ingin tahu, tetapi juga melatih kemampuan observasi yang tajam dan kreativitas, menjadikan pembelajaran tentang botani sebuah pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.

Melalui FLOII Expo 2026, Kebun Raya tidak hanya memamerkan keindahan flora Indonesia, tetapi juga membuka jendela pemahaman bagi masyarakat tentang pentingnya konservasi. Dengan konsep yang interaktif dan edukatif, Kebun Raya berhasil menciptakan jembatan antara koleksi tumbuhan yang berharga dan kesadaran publik akan peran vitalnya dalam menjaga keberlanjutan alam. Partisipasi ini menjadi bukti nyata komitmen Kebun Raya dalam melestarikan, mendidik, dan menginspirasi generasi kini dan mendatang untuk mencintai dan melindungi warisan botani Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *