Sunday, 27 September 2026

Rektor Baru USB YPKP Bandung, Prof. Diana Sari, Pasang Target Ambisius: 20 Ribu Mahasiswa dan 10 Profesor dalam Kepemimpinannya

Rektor Baru USB YPKP Bandung, Prof. Diana Sari, Pasang Target Ambisius: 20 Ribu Mahasiswa dan 10 Profesor dalam Kepemimpinannya

BANDUNG – Prof. Diana Sari, SE., M.Mgt., Ph.D, langsung mengukuhkan visi strategisnya dengan target ambisius segera setelah dilantik sebagai Rektor Universitas Sangga Buana Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan (USB YPKP) Bandung untuk periode 2026-2030. Upacara pelantikan yang berlangsung khidmat di Gedung Serba Guna kampus pada Jumat, 11 September 2026, menandai dimulainya era baru bagi universitas ini. Target yang dicanangkan tidak main-main: meningkatkan jumlah mahasiswa hingga mencapai angka 20 ribu orang dan secara bersamaan membina kehadiran sepuluh profesor terkemuka dalam beberapa tahun mendatang.

"Target utama adalah membuat USB YPKP kembali besar (great again), melakukan rebound. USB pernah memiliki mahasiswa hingga 20 ribu. Itu menjadi salah satu motivasi saya," ungkap Prof. Diana Sari dalam wawancara eksklusif dengan Jabar Ekspres sesaat setelah resmi menjabat. Pernyataan ini mencerminkan keyakinan Prof. Diana Sari terhadap potensi historis dan kapasitas USB YPKP untuk kembali meraih kejayaan di kancah pendidikan tinggi.

Sebagai seorang Guru Besar yang mumpuni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Diana Sari menekankan bahwa USB YPKP tidak cukup hanya berpuas diri dengan predikat sebagai kampus unggul. Ia berargumen bahwa keunggulan semata belum mencukupi; universitas ini harus mengalami pertumbuhan yang signifikan dan berkelanjutan. "Kami harus rebound, harus mampu membuat USB lebih besar lagi. Alhamdulillah sekarang sudah unggul, tetapi kami harus memantaskan diri. Unggul itu seperti apa? Dari segi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat," tegasnya, menggarisbawahi pentingnya dimensi multidimensional dalam definisi keunggulan.

Untuk mewujudkan visi transformatif ini, Prof. Diana Sari menyadari bahwa kolaborasi dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan adalah kunci utama. Ia secara spesifik menyebutkan perlunya sinergi dengan media massa, dunia industri, pemerintah, serta para alumni universitas. "USB harus terhubung. Kami menyadari tidak bisa bekerja sendiri. Teman-teman media punya peran penting menyebarluaskan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat. Kami juga sangat berharap dukungan dunia usaha, pemerintah, dan alumni. Alumni menjadi tulang punggung kami," harapnya dengan penuh keyakinan.

Lebih lanjut, Prof. Diana Sari berjanji akan secara proaktif mengoptimalkan peran serta kontribusi para alumni. Ia melihat kekuatan alumni sebagai aset yang luar biasa dan berpotensi besar untuk digerakkan. "Kekuatan alumni sangat luar biasa. Yang utama adalah masyarakat bisa merasakan dampak nyata dari hasil penelitian, pengabdian, dan pengajaran. Jangan sampai hanya berhenti di ruang kelas," ujarnya, menekankan pentingnya relevansi dan dampak sosial dari aktivitas akademik universitas.

Dalam aspek kerja sama internasional, Prof. Diana Sari menegaskan bahwa USB YPKP telah memiliki jaringan kemitraan yang solid dengan institusi di berbagai negara, termasuk Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan beberapa negara lainnya. Ke depan, ia berencana untuk memperluas jangkauan kerja sama ini, termasuk menjajaki potensi kolaborasi dengan institusi-institusi di Australia. "USB memiliki potensi luar biasa. Kerja sama yang sudah ada akan terus dipertahankan dan ditingkatkan," ujarnya, menunjukkan komitmennya untuk memperkuat dimensi global universitas.

Terkait dengan target pengembangan sumber daya akademik, khususnya peningkatan jumlah profesor, Prof. Diana Sari mengungkapkan bahwa ia telah melakukan koordinasi awal dengan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV. Saat ini, tercatat ada 19 dosen yang tengah dalam proses pengajuan kenaikan jabatan fungsional menjadi profesor. "Mudah-mudahan bisa mencapai 10 profesor hingga 2030," harapnya, optimis terhadap kemajuan yang akan dicapai dalam beberapa tahun ke depan.

Memperkaya Data dan Konteks:

Pelantikan Prof. Diana Sari sebagai Rektor USB YPKP Bandung menandai sebuah momen krusial bagi universitas yang didirikan pada tahun 1970 ini. Sejarah USB YPKP mencatat periode kejayaan dengan jumlah mahasiswa yang pernah mencapai angka 20 ribu, sebuah pencapaian yang ingin dihidupkan kembali oleh rektor baru. Angka ini menunjukkan kapasitas universitas untuk menampung dan mendidik ribuan mahasiswa, serta menjadi institusi pendidikan tinggi yang signifikan di wilayah Jawa Barat.

Target 20 ribu mahasiswa bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator dari relevansi program studi, kualitas pengajaran, daya saing lulusan, serta efektivitas strategi pemasaran dan penerimaan mahasiswa baru. Untuk mencapai target ini, Prof. Diana Sari kemungkinan akan memfokuskan pada beberapa strategi kunci:

  1. Pengembangan Program Studi yang Relevan dan Inovatif: USB YPKP perlu terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan zaman. Ini berarti mengevaluasi program studi yang ada, membuka program studi baru yang berorientasi pada masa depan (misalnya, teknologi digital, ekonomi hijau, kewirausahaan berkelanjutan), serta memperkuat program studi yang sudah eksis agar tetap kompetitif.

  2. Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Pengajaran: Target mahasiswa yang besar menuntut infrastruktur akademik yang memadai, termasuk ketersediaan dosen berkualitas, fasilitas perkuliahan yang modern, dan metode pembelajaran yang efektif. Investasi dalam pelatihan dosen, pengembangan kurikulum, dan adopsi teknologi pembelajaran inovatif akan menjadi krusial.

  3. Penguatan Brand dan Reputasi: Untuk menarik 20 ribu mahasiswa, USB YPKP perlu membangun citra sebagai universitas yang terkemuka, inovatif, dan menghasilkan lulusan yang siap bersaing. Kampanye pemasaran yang strategis, keterlibatan aktif dalam kegiatan masyarakat, serta publikasi pencapaian universitas melalui berbagai kanal media akan sangat membantu.

  4. Penguatan Kemitraan dengan Dunia Industri dan Alumni: Target mahasiswa yang tinggi juga berarti kebutuhan akan penyerapan lulusan yang baik. Kemitraan yang erat dengan industri akan memastikan bahwa kurikulum relevan dan lulusan memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Dukungan alumni, baik dalam bentuk sponsorship, bimbingan karir, maupun jejaring, juga akan sangat berharga.

Sementara itu, target menghadirkan 10 profesor baru dalam beberapa tahun ke depan memiliki signifikansi yang mendalam bagi akreditasi, kualitas penelitian, dan pengembangan keilmuan di USB YPKP. Keberadaan profesor tidak hanya meningkatkan reputasi universitas, tetapi juga menjadi motor penggerak penelitian dan pengembangan inovasi.

Untuk mencapai target profesor, Prof. Diana Sari perlu fokus pada:

  1. Pembinaan dan Pengembangan Dosen: Mendorong dosen-dosen potensial untuk menempuh jenjang pendidikan doktoral (S3) dan kemudian mengajukan kenaikan jabatan fungsional menjadi lektor kepala dan profesor. Ini bisa dilakukan melalui program beasiswa, dukungan pendanaan penelitian, dan fasilitasi publikasi ilmiah.

  2. Rekrutmen Profesor Berkualitas: Selain membina dosen internal, universitas juga dapat merekrut profesor dari luar, baik dari kalangan akademisi terkemuka maupun praktisi ahli yang memiliki rekam jejak publikasi dan penelitian yang kuat. Strategi rekrutmen yang kompetitif dan menarik akan menjadi kunci.

  3. Penguatan Budaya Riset dan Publikasi: Menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Ini mencakup penyediaan dana penelitian yang memadai, akses ke jurnal internasional, serta forum-forum ilmiah untuk berbagi hasil riset.

  4. Kolaborasi Riset: Mendorong kolaborasi penelitian, baik antar fakultas di internal USB YPKP, maupun dengan universitas lain, lembaga penelitian, dan industri. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya hasil penelitian, tetapi juga dapat membuka jalan bagi dosen untuk mencapai jenjang profesor melalui kontribusi ilmiah yang signifikan.

Prof. Diana Sari, dengan latar belakang akademiknya yang kuat dan pengalaman di Universitas Padjadjaran, diharapkan dapat membawa angin segar dan strategi inovatif untuk membangkitkan kembali kejayaan USB YPKP. Pernyataannya mengenai pentingnya "rebound" dan "memantaskan diri" menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang tantangan yang dihadapi dan visi yang jelas untuk masa depan.

Peran media, dunia usaha, pemerintah, dan alumni yang disebutkannya bukan sekadar retorika, melainkan pengakuan akan ekosistem pendidikan tinggi yang saling terkait. Media berperan sebagai corong informasi dan promosi, dunia usaha sebagai mitra dalam relevansi kurikulum dan penyerapan lulusan, pemerintah sebagai regulator dan fasilitator kebijakan, serta alumni sebagai duta universitas dan sumber daya potensial.

Dalam konteks kerjasama internasional, perluasan jaringan ke Australia, misalnya, dapat membuka peluang baru untuk program pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, serta akses terhadap teknologi dan metodologi terkini. Ini sejalan dengan upaya globalisasi pendidikan tinggi yang semakin intensif.

Keberadaan 19 dosen yang sedang dalam proses menuju jenjang profesor menjadi modal awal yang sangat baik. Dengan bimbingan dan dukungan yang tepat, target 10 profesor baru pada tahun 2030 sangat realistis. Ini akan memperkuat kapasitas akademik USB YPKP secara signifikan, memungkinkan universitas untuk menawarkan program-program studi yang lebih maju, meningkatkan kualitas penelitian, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Secara keseluruhan, kepemimpinan Prof. Diana Sari di USB YPKP Bandung diharapkan akan menjadi era kebangkitan dan transformasi, di mana universitas ini tidak hanya kembali besar, tetapi juga tumbuh menjadi institusi pendidikan tinggi yang lebih kuat, inovatif, dan berdampak.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *