Sunday, 30 August 2026

BATIC 2026 Hadirkan 2.700 Delegasi dari 67 Negara, Bahas Masa Depan AI dan Konektivitas

BATIC 2026 Hadirkan 2.700 Delegasi dari 67 Negara, Bahas Masa Depan AI dan Konektivitas

Bali kembali menjadi pusat gravitasi industri telekomunikasi dunia dengan digelarnya Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026. Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya, konferensi prestisius yang diinisiasi oleh TelkomGroup ini sukses menarik perhatian 2.700 delegasi dari 760 perusahaan global yang tersebar di 67 negara. Berlangsung di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, pada 24–28 Agustus 2026, acara ini mengusung tema besar "Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress", sebuah visi yang menekankan pentingnya sinergi lintas batas di era disrupsi digital.

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI), transformasi layanan cloud, hingga kebutuhan mendesak akan infrastruktur digital yang tangguh menjadi benang merah dalam setiap sesi diskusi. Di tengah tuntutan efisiensi dan kecepatan, pelaku industri di kawasan Asia Pasifik menyadari bahwa tanpa fondasi konektivitas yang mumpuni, potensi inovasi teknologi tidak akan mencapai skala maksimal. BATIC 2026 hadir sebagai wadah strategis bagi para regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, hyperscaler, hingga investor untuk merumuskan masa depan ekosistem digital global.

Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba, menekankan bahwa ledakan adopsi AI dan pertumbuhan pusat data (data center) telah menciptakan lonjakan kebutuhan bandwidth yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam konteks ini, infrastruktur kabel laut internasional menjadi tulang punggung yang tidak bisa ditawar. "Melalui penguatan kabel laut dan cakupan konektivitas lintas batas, TelkomGroup berkomitmen membangun fondasi digital masa depan. Telin kini berdiri semakin kuat sebagai pemain kunci infrastruktur digital regional dan global, terutama seiring dengan ekspansi bisnis kabel laut internasional yang tumbuh signifikan," jelas Budi.

Budi menambahkan bahwa BATIC bukan sekadar ajang konferensi, melainkan katalisator bisnis yang mempertemukan kapabilitas teknologi dengan kebutuhan pasar yang nyata. Kehadiran ribuan delegasi dari berbagai negara menjadi bukti bahwa Indonesia, melalui TelkomGroup, telah berhasil memosisikan diri sebagai regional digital hub yang vital bagi konektivitas Asia Pasifik. Diharapkan dari pertemuan ini akan lahir terobosan-terobosan kolaboratif yang mampu menjawab tantangan kompleks di era ekonomi digital yang semakin saling terhubung.

Salah satu inovasi terbesar dalam perhelatan tahun ini adalah diperkenalkannya ignitePRO, sebuah konferensi eksekutif khusus yang menyoroti transformasi perusahaan di era Autonomous AI. Dengan tema "The Enabled Enterprise", sesi ini mengupas tuntas tantangan implementasi AI skala besar, integrasi cloud, ketahanan siber, serta tata kelola data yang etis. Chief Executive Officer Telin, Abdul Rahman Ansyori, menegaskan bahwa kehadiran ignitePRO mencerminkan evolusi BATIC yang kini tidak hanya fokus pada telekomunikasi, tetapi juga pada pemberdayaan sektor enterprise.

"BATIC secara konsisten bertransformasi menjadi platform kolaborasi regional paling berpengaruh. Tahun ini, lewat hadirnya ignitePRO, kami ingin memfasilitasi kebutuhan pelaku bisnis akan adopsi Autonomous AI dan sistem digital terpercaya yang menjadi fondasi organisasi modern," ujar Ansyori. Ia menambahkan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi setiap perusahaan untuk tetap relevan di tengah persaingan global yang makin ketat.

BATIC 2026 Hadirkan 2.700 Delegasi dari 67 Negara, Bahas Masa Depan AI dan Konektivitas

Selain sesi panel dan diskusi mendalam, BATIC 2026 mencatatkan rekor signifikan dalam interaksi bisnis. Selama lima hari penyelenggaraan, tercatat lebih dari 4.200 agenda business meeting yang berlangsung. Angka ini mencerminkan tingginya optimisme pasar terhadap peluang kerja sama strategis di sektor infrastruktur digital. Pertemuan-pertemuan tersebut menjadi jembatan bagi perusahaan lokal untuk menjangkau pasar internasional, sekaligus membuka akses bagi pemain global untuk menanamkan investasi di ekosistem digital Indonesia.

Lebih jauh, urgensi kolaborasi lintas sektor menjadi sorotan utama mengingat adopsi AI kini merambah ke hampir seluruh lini industri, mulai dari kesehatan, keuangan, hingga logistik. Pengembangan AI membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang andal, konektivitas global yang stabil, serta ekosistem yang mampu menghubungkan berbagai pemain teknologi di kawasan. Tanpa ekosistem yang inklusif dan terintegrasi, pengembangan teknologi AI akan terfragmentasi, yang pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi digital secara keseluruhan.

BATIC 2026 juga menjadi panggung bagi TelkomGroup untuk menunjukkan kapabilitas teknologinya di hadapan para pemangku kepentingan global. Sebagai pemimpin pasar, Telkom terus memperluas jangkauan jaringan kabel lautnya untuk memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi titik sentral dalam arus data dunia. Strategi ini selaras dengan visi nasional untuk mempercepat transformasi digital Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik.

Dalam jangka panjang, keberhasilan BATIC 2026 diharapkan dapat memberikan efek domino bagi perkembangan ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan mempertemukan pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan sektor swasta sebagai eksekutor teknologi, konferensi ini menciptakan dialog yang konstruktif mengenai regulasi yang mendukung inovasi tanpa mengesampingkan keamanan data. Keamanan siber, misalnya, menjadi topik yang konsisten dibahas sebagai prasyarat utama dalam membangun ekosistem digital yang tepercaya.

Secara keseluruhan, BATIC 2026 telah berhasil mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat inovasi dan kolaborasi digital di Asia Pasifik. Melalui penguatan infrastruktur, adopsi teknologi mutakhir seperti AI, serta kemitraan yang kuat antarnegara, masa depan konektivitas global tampak semakin cerah. Keberhasilan acara ini bukan hanya diukur dari jumlah delegasi yang hadir atau besarnya nilai transaksi bisnis yang terjadi, tetapi dari keberlanjutan dampak kolaborasi yang akan terus dirasakan oleh industri telekomunikasi dan masyarakat digital di tahun-tahun mendatang.

Seiring berakhirnya rangkaian acara, para delegasi pulang dengan membawa wawasan baru mengenai bagaimana teknologi dapat menggerakkan kemajuan. BATIC 2026 telah memberikan cetak biru tentang pentingnya kolaborasi dalam mengelola kompleksitas era digital. Di masa depan, tantangan akan terus bertambah, namun dengan fondasi ekosistem yang kokoh dan komitmen untuk terus terhubung, industri teknologi di Asia Pasifik siap melangkah menuju era baru yang lebih produktif, aman, dan inovatif.

Sebagai penutup, perhelatan ini menegaskan bahwa konektivitas bukan sekadar kabel atau transmisi data, melainkan tentang bagaimana menghubungkan ide, visi, dan manusia untuk menciptakan kemajuan bersama. TelkomGroup, melalui BATIC, sekali lagi telah membuktikan diri sebagai penggerak utama yang mampu merangkul berbagai kepentingan global menjadi satu visi besar yang inklusif. Bali, sekali lagi, telah mencatatkan diri sebagai saksi sejarah bagi tonggak penting perkembangan teknologi digital dunia.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *