Uncategorized 5 menit baca

TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove, Menumbuhkan Ketahanan Ekosistem Pesisir dan Kesejahteraan Masyarakat

TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove, Menumbuhkan Ketahanan Ekosistem Pesisir dan Kesejahteraan Masyarakat

TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove, Menumbuhkan Ketahanan Ekosistem Pesisir dan Kesejahteraan Masyarakat

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), sebagai garda terdepan dalam transformasi digital di Indonesia, terus menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap praktik bisnis berkelanjutan. Kali ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi nyata penanaman 20.000 bibit mangrove di dua titik strategis pesisir Indonesia: Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dan Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan monumental ini tidak hanya bertepatan dengan momen penting Hari Konservasi Mangrove Internasional yang jatuh pada 26 Juli dan Hari Konservasi Alam Internasional pada 28 Juli, tetapi juga menegaskan kembali dedikasi TelkomGroup dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan yang berkesinambungan dan memberikan dampak positif jangka panjang.

Lebih dari sekadar angka, penanaman 20.000 bibit mangrove ini merupakan wujud kolaborasi erat antara TelkomGroup dengan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Aksi ini melibatkan partisipasi aktif dari para relawan yang berasal dari berbagai unit di bawah naungan TelkomGroup, termasuk perwakilan dari holding company, Telkom Regional III yang memiliki peran krusial dalam operasional di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) yang fokus pada pengembangan infrastruktur digital, serta PT Telkom Akses (Telkom Akses) yang bertanggung jawab dalam penyediaan akses layanan digital. Kolaborasi multidimensional ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir yang rapuh, sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat lokal dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, di mana aspek lingkungan dan sosial menjadi pertimbangan utama.

Aksi penanaman mangrove ini merupakan implementasi konkret dari inisiatif keberlanjutan unggulan TelkomGroup, yang dikenal dengan nama GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia. Secara spesifik, kegiatan ini terintegrasi dalam pilar Save Our Planet, yang memiliki fokus utama pada upaya mitigasi perubahan iklim melalui pelestarian dan restorasi lingkungan. Mangrove, dengan karakteristik akarnya yang kuat dan kemampuannya menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar, memegang peranan vital dalam upaya global untuk memerangi perubahan iklim. Penanaman ribuan bibit mangrove ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi risiko abrasi pantai, melindungi garis pantai dari gelombang pasang dan bencana alam lainnya, serta secara aktif mendukung penyerapan emisi karbon dari atmosfer. Lebih jauh lagi, program ini juga merupakan manifestasi komitmen TelkomGroup dalam menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan yang menjadi lokasi strategis bagi operasional dan infrastruktur digital perusahaan, memastikan bahwa pertumbuhan bisnis tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.

Inisiatif hijau yang dijalankan secara konsisten oleh TelkomGroup, termasuk program penanaman mangrove ini, merupakan bagian integral dari upaya pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, namun juga mengintegrasikan pelestarian lingkungan sebagai elemen fundamental, pemberdayaan masyarakat sebagai pilar sosial, dan penciptaan nilai jangka panjang yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Langkah strategis ini sejalan dengan fokus Danantara Indonesia, sebuah entitas yang memiliki visi untuk memperkuat praktik bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan, pengelolaan aset yang bertanggung jawab, serta penciptaan dampak positif yang terukur bagi lingkungan, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan, TelkomGroup berupaya menjadi agen perubahan positif yang berkontribusi pada pembangunan Indonesia yang lebih hijau dan inklusif.

EVP Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, dalam pernyataannya, menekankan pentingnya peran Telkom dalam memberikan nilai tambah bagi wilayah operasionalnya. Beliau menyampaikan, “Di Telkom Regional III, kami memandang bahwa setiap aktivitas operasional harus memberikan nilai tambah bagi wilayah tempat kami hadir. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap lingkungan.” Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi Telkom yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, tetapi juga pada kontribusi sosial dan lingkungan yang nyata di setiap daerah di mana perusahaan beroperasi. Regional III, yang mencakup wilayah operasional yang luas, memainkan peran kunci dalam mengimplementasikan program-program keberlanjutan ini secara langsung di lapangan, berinteraksi erat dengan komunitas lokal, dan memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Senada dengan pandangan tersebut, VP Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menegaskan bahwa konsep keberlanjutan yang diusung oleh TelkomGroup memiliki makna yang lebih luas. Beliau menjelaskan, “Keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga alam dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.” Gunawan menekankan bahwa pembangunan infrastruktur digital yang efisien dan ramah lingkungan adalah salah satu aspek, namun keberlanjutan yang sesungguhnya tercapai ketika perusahaan mampu memberikan kontribusi positif yang nyata bagi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini mencakup berbagai program pemberdayaan, pelestarian sumber daya alam, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat yang berada di sekitar area operasional TelkomGroup.

Penanaman 20.000 bibit mangrove ini merupakan investasi jangka panjang yang memiliki multi-dimensi manfaat. Secara ekologis, mangrove berfungsi sebagai habitat alami bagi berbagai spesies ikan, udang, kepiting, dan berbagai biota laut lainnya, sehingga turut menjaga keanekaragaman hayati laut. Selain itu, akar mangrove yang menjalar rapat mampu menahan sedimentasi, mencegah erosi pantai, dan berfungsi sebagai penyerap alami polutan dari daratan, yang pada akhirnya berkontribusi pada kualitas air laut yang lebih baik. Dari sisi sosial ekonomi, ekosistem mangrove yang sehat dapat mendukung mata pencaharian masyarakat pesisir melalui perikanan tangkap, budidaya perairan, serta potensi ekowisata yang berkelanjutan. Dengan demikian, program ini tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menumbuhkan ketahanan ekosistem pesisir yang vital bagi kehidupan, serta menciptakan peluang ekonomi dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.

TelkomGroup menyadari bahwa tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan adalah isu global yang membutuhkan kolaborasi dari semua pihak. Melalui inisiatif GoZero% dan program penanaman mangrove ini, TelkomGroup tidak hanya berupaya untuk mengurangi jejak karbonnya sendiri, tetapi juga mendorong kesadaran lingkungan dan partisipasi aktif dari karyawan, mitra, serta masyarakat luas. Komitmen ini mencerminkan visi TelkomGroup untuk menjadi perusahaan yang tidak hanya unggul dalam teknologi digital, tetapi juga menjadi pemimpin dalam praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi masa depan bumi. Setiap bibit mangrove yang ditanam adalah harapan baru bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang, sebuah langkah kecil namun signifikan dalam upaya besar membangun Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *