Uncategorized 6 menit baca

Dukung UMKM Lokal Naik Kelas, IKEA Indonesia dan Pemkot Tangerang Perluas Program Teras Indonesia

Dukung UMKM Lokal Naik Kelas, IKEA Indonesia dan Pemkot Tangerang Perluas Program Teras Indonesia

Dukung UMKM Lokal Naik Kelas, IKEA Indonesia dan Pemkot Tangerang Perluas Program Teras Indonesia

IKEA Indonesia kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui perluasan inisiatif strategis "Program Teras Indonesia". Kali ini, kolaborasi dijalin bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang guna memberikan ruang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk unjuk gigi di pasar ritel modern. Langkah ini bukan sekadar upaya pemasaran, melainkan sebuah ekosistem pendampingan komprehensif yang dirancang untuk mentransformasi pelaku usaha lokal agar mampu "naik kelas" dan bersaing di kancah yang lebih luas.

Program Teras Indonesia merupakan manifestasi nyata dari visi IKEA untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Dalam konteks ini, "banyak orang" yang dimaksud mencakup para pengusaha lokal yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Dengan menggandeng Pemkot Tangerang, IKEA ingin memastikan bahwa produk-produk kreatif asal Tangerang mendapatkan eksposur yang layak di tengah gempuran produk global.

Group Sustainability and Food Transformation Manager IKEA DFI Retail Group, Hugo Asplund, dalam pernyataannya pada Selasa (11/8/2026), menekankan bahwa IKEA memandang UMKM bukan sekadar mitra, melainkan bagian dari keluarga besar yang harus didukung perkembangannya. Menurut Hugo, perusahaan percaya bahwa setiap unit usaha kecil memiliki potensi besar untuk menjadi besar apabila diberikan ruang, akses, dan pembinaan yang tepat. Program Teras Indonesia hadir untuk mengisi celah tersebut, menyediakan "panggung" di mana produk lokal dapat bersanding dengan standar kualitas internasional yang diusung oleh IKEA.

Sejak inisiatif ini pertama kali digulirkan pada tahun 2017, dampaknya telah dirasakan oleh lebih dari 1.300 UMKM di berbagai wilayah operasional IKEA di Indonesia. Yang paling menarik dari program ini adalah sifatnya yang inklusif; para pelaku usaha diberikan fasilitas untuk memamerkan dan memasarkan produk unggulan mereka di area toko IKEA secara cuma-cuma alias tanpa biaya sewa. Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan nyata IKEA dalam memangkas hambatan masuk (entry barrier) bagi UMKM yang seringkali terkendala oleh tingginya biaya sewa tempat di pusat perbelanjaan modern.

Lebih dari sekadar penyediaan ruang pajang, IKEA memahami bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya bergantung pada tempat berjualan, tetapi juga pada kapabilitas pengelolanya. Oleh karena itu, Teras Indonesia dilengkapi dengan kurikulum pelatihan yang intensif. Pelaku UMKM dibekali dengan keterampilan dasar ritel modern, mulai dari teknik visual merchandising agar produk tampil lebih menarik di mata konsumen, strategi penetapan harga yang kompetitif, hingga standar pelayanan pelanggan (customer service) yang prima. Dengan pelatihan ini, IKEA berharap para pelaku usaha lokal dapat mengadopsi standar ritel profesional yang akan berguna bagi keberlangsungan bisnis mereka di masa depan.

Ketua Harian Dekranasda Kota Tangerang, Suli Rosadi, menyambut inisiatif ini dengan antusias. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi yang tangguh. Pemerintah Kota Tangerang, melalui Dekranasda, terus berupaya melakukan kurasi terhadap produk-produk UMKM lokal yang memiliki potensi ekspor atau setidaknya mampu memenuhi selera pasar urban. Dengan adanya kerja sama ini, akses pasar bagi pelaku UMKM di Tangerang menjadi lebih terbuka lebar, sehingga mereka tidak lagi hanya bergantung pada pasar tradisional atau platform daring yang penuh dengan persaingan harga yang tidak sehat.

Dukung UMKM Lokal Naik Kelas, IKEA Indonesia dan Pemkot Tangerang Perluas Program Teras Indonesia

Perluasan kerja sama dengan Pemkot Tangerang ini melengkapi jejak langkah Teras Indonesia yang sebelumnya telah mendapatkan dukungan dari berbagai instansi pemerintah pusat, seperti Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Perindustrian. Dukungan dari pemerintah pusat memberikan legitimasi dan standarisasi yang kuat, sehingga Program Teras Indonesia menjadi salah satu contoh praktik terbaik (best practice) dalam kemitraan antara korporasi multinasional dan sektor UMKM di Indonesia.

Saat ini, jejak Program Teras Indonesia telah tersebar merata di seluruh jaringan toko IKEA di Indonesia. Mulai dari gerai IKEA Alam Sutera yang menjadi gerai pertama, IKEA Sentul, IKEA Kota Baru Parahyangan, IKEA Jakarta Garden City, IKEA Mall Taman Anggrek, IKEA Surabaya, hingga IKEA Bali. Kehadiran program ini di berbagai kota besar membuktikan bahwa IKEA memiliki komitmen untuk tidak hanya fokus pada ekspansi bisnis, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar area operasional mereka.

Pentingnya program ini bagi ekonomi nasional tidak bisa dipandang sebelah mata. UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sebagian besar tenaga kerja. Dengan membantu UMKM naik kelas, IKEA secara tidak langsung berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan kesejahteraan keluarga di Indonesia. Produk-produk yang dipamerkan di Teras Indonesia sangat beragam, mulai dari kerajinan tangan (kriya), produk dekorasi rumah, hingga produk kuliner khas daerah yang telah melalui proses kurasi ketat terkait kebersihan, kemasan, dan kualitas rasa.

Salah satu tantangan terbesar yang sering dihadapi UMKM lokal adalah keterbatasan dalam hal pengemasan (packaging) dan branding. Melalui pendampingan di Teras Indonesia, para pelaku usaha didorong untuk melakukan inovasi pada desain kemasan agar lebih menarik dan informatif, sehingga nilai jual produk meningkat secara signifikan. Hal ini membuktikan bahwa dengan sentuhan ritel modern, produk tradisional dapat memiliki nilai tawar yang tinggi di mata konsumen kelas menengah yang menjadi target pasar IKEA.

Ke depan, IKEA Indonesia berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan program ini. Tantangan ke depan, seperti digitalisasi UMKM dan akses ke pasar ekspor, menjadi agenda berikutnya yang akan diintegrasikan dalam program Teras Indonesia. Dengan memanfaatkan jaringan global IKEA, bukan tidak mungkin produk-produk UMKM yang saat ini dipajang di toko IKEA Indonesia nantinya dapat diperkenalkan ke gerai-gerai IKEA di negara lain, membuka peluang emas bagi produk lokal untuk mendunia.

Sinergi yang tercipta antara IKEA Indonesia dan Pemkot Tangerang adalah bukti bahwa ketika korporasi dan pemerintah berjalan beriringan dengan visi yang sama, hasil yang dicapai akan jauh lebih berdampak. Inisiatif ini tidak hanya memberikan ruang bagi UMKM untuk berjualan, tetapi juga memberikan kepercayaan diri bagi para pelaku usaha lokal bahwa produk mereka layak berada di toko ritel modern berskala global. Bagi masyarakat Tangerang, ini adalah peluang emas untuk mendapatkan produk-produk lokal berkualitas sekaligus mendukung keberlangsungan ekonomi daerah.

Sebagai kesimpulan, keberhasilan Program Teras Indonesia dalam merangkul ribuan UMKM membuktikan bahwa model bisnis inklusif dapat berjalan beriringan dengan keuntungan bisnis. IKEA telah berhasil memposisikan dirinya bukan sekadar sebagai pemain ritel furnitur, tetapi juga sebagai katalisator pertumbuhan UMKM. Dengan terus memperluas jaringan kolaborasi, IKEA Indonesia membuktikan bahwa komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat adalah sebuah janji yang terus ditepati, membawa harapan baru bagi jutaan pelaku UMKM di seluruh pelosok negeri untuk terus berinovasi dan naik kelas menuju masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing global. Melalui langkah-langkah konkret seperti ini, ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang sedang dibangun hari demi hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *