GIIAS Surabaya 2026 Digelar, Industri Otomotif Kejar Penjualan di Atas 850.000 Unit
Industri otomotif nasional kini memasuki babak krusial pada paruh kedua tahun 2026 dengan optimisme yang kian menebal. Pemerintah Republik Indonesia secara resmi mematok target ambisius, yakni membidik penjualan kendaraan nasional agar menembus angka lebih dari 850.000 unit hingga pengujung tahun. Target ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah proyeksi yang didasarkan pada akselerasi penjualan kendaraan domestik, penguatan ekspor, serta penetrasi pasar kendaraan ramah lingkungan yang kian masif. Optimisme tersebut menjadi napas utama dalam pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026, yang resmi dibuka pada Rabu (26/8) di Grand City Convex, Surabaya.
Gelaran otomotif bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza. Kehadirannya didampingi oleh jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika, serta Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty. Selama lima hari penyelenggaraan, GIIAS Surabaya 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, melainkan panggung strategis bagi para pelaku industri untuk memicu gairah pasar di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Faisol Riza menekankan bahwa GIIAS memiliki peran ganda yang sangat vital bagi perekonomian. Pameran ini bukan sekadar tempat transaksi jual-beli kendaraan, melainkan barometer kesehatan industri otomotif nasional sekaligus katalis penggerak ekonomi daerah. "Bagi pemerintah, GIIAS adalah cermin dari inovasi dan pergerakan ekonomi regional. Kami sangat optimis bahwa target penjualan domestik di atas 850.000 unit bukan hal yang mustahil untuk dicapai tahun ini," ujar Faisol.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengambil peran sebagai mitra strategis bagi industri otomotif. Faisol menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjadi pendengar yang aktif, mencari solusi atas hambatan regulasi maupun operasional, dan mendukung penuh transisi menuju kendaraan elektrifikasi. Fokus pada ekosistem kendaraan listrik (EV) saat ini menjadi pilar utama dalam prospek industri otomotif nasional. Pemerintah menyadari bahwa masa depan otomotif global dan nasional terletak pada efisiensi energi dan teknologi ramah lingkungan. Oleh karena itu, dukungan terhadap produsen yang membawa teknologi hijau menjadi prioritas dalam kebijakan industri ke depan.
Provinsi Jawa Timur sendiri memegang peranan yang sangat sentral. Sebagai gerbang ekonomi baru di Indonesia, Jawa Timur menjadi pasar terbesar ketiga setelah Jakarta dan Jawa Barat. Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, menyatakan bahwa penyelenggaraan GIIAS di Surabaya merupakan momentum krusial. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap pameran ini mampu mendorong inovasi lokal serta meningkatkan daya saing produk otomotif di kancah domestik. "Kami ingin menjadikan Jawa Timur bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai pusat pertumbuhan industri yang memiliki nilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional," ungkap Iwan.
Data dari GAIKINDO memperkuat pernyataan tersebut. Hingga April 2026, Jawa Timur secara konsisten menyumbang 9,1% terhadap total penjualan mobil nasional. Angka ini menegaskan posisi strategis Surabaya sebagai hub otomotif di wilayah Timur Indonesia. Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menyebutkan bahwa GIIAS Surabaya telah bertransformasi menjadi platform strategis bagi merek-merek global untuk mendekatkan diri kepada konsumen di Jawa Timur. Kehadiran berbagai merek baru dalam pameran tahun ini membuktikan bahwa minat beli masyarakat Jawa Timur terhadap kendaraan terbaru, baik konvensional maupun listrik, sangatlah tinggi.
Besarnya antusiasme pasar tercermin dari skala penyelenggaraan yang memecahkan rekor. GAIKINDO memutuskan untuk memperluas area pameran dengan menambah satu hall baru di Grand City Convex, sehingga total luas area pameran mencapai 15.000 meter persegi. Penambahan luas ini menjadi bukti nyata bahwa permintaan ruang pameran dari para agen pemegang merek (APM) meningkat tajam. Secara keseluruhan, GIIAS Surabaya 2026 melibatkan 37 merek kendaraan bermotor dan 25 merek industri pendukung otomotif. Komposisi peserta pameran terdiri dari 26 merek kendaraan penumpang, satu merek kendaraan komersial, dan 10 merek sepeda motor.
Fenomena menarik lainnya adalah kembalinya beberapa merek lama serta masuknya pemain baru yang ingin menjajal peruntungan di pasar Indonesia. Tercatat ada 14 merek baru atau merek yang kembali berpartisipasi tahun ini. Kehadiran merek-merek seperti BYD Group, GAC AION, Geely, iCAR, Leapmotor, Polytron, VinFast, Wuling, hingga Xpeng memberikan warna baru dalam persaingan kendaraan elektrifikasi. Pilihan kendaraan listrik yang semakin beragam ini menjadi bukti bahwa konsumen di Surabaya mulai terbuka dan beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik, GIIAS Surabaya 2026 juga menghadirkan fasilitas pendukung yang komprehensif. "EV Ecosystem Powered by PLN Mobile" hadir sebagai jawaban atas kekhawatiran konsumen mengenai infrastruktur pengisian daya. Di sisi pembiayaan, Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Finance (TAF) kembali didapuk menjadi Platinum Financial Partner untuk memberikan kemudahan akses kredit bagi masyarakat yang ingin melakukan pembelian kendaraan selama pameran berlangsung. Sinergi antara produsen, lembaga pembiayaan, dan penyedia infrastruktur ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Jawa Timur.
Perluasan jangkauan pameran GIIAS The Series 2026 tidak berhenti di Surabaya. GAIKINDO telah menyusun jadwal padat untuk menjangkau pusat-pusat ekonomi lain di Indonesia. Setelah Surabaya, rangkaian pameran akan bergerak ke Bandung (9–13 September 2026), Semarang (30 September–4 Oktober 2026), dan akan ditutup dengan megah di Makassar (28 Oktober–1 November 2026). Bahkan, GAIKINDO telah menyiapkan langkah ambisius untuk membuka pasar baru dengan menghadirkan GIIAS Bali pada awal 2027 mendatang, tepatnya pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur.
Strategi ekspansi geografis ini merupakan bagian dari upaya GAIKINDO untuk memastikan bahwa pertumbuhan industri otomotif tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Dengan mendatangi kota-kota besar di luar pusat pemerintahan, produsen dapat melakukan penetrasi pasar yang lebih dalam, memahami karakteristik konsumen daerah, dan secara langsung mendongkrak angka penjualan nasional. Langkah ini krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini sedang dipacu oleh sektor otomotif.
Lebih jauh lagi, pameran ini juga berfungsi sebagai sarana riset pasar bagi pelaku industri. Dengan mengamati perilaku pengunjung dan preferensi kendaraan yang mereka minati, produsen dapat menyesuaikan strategi produksi dan distribusi mereka. Di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis, kemampuan untuk membaca tren pasar secara cepat dan akurat menjadi kunci utama dalam mempertahankan daya saing. GIIAS 2026 menjadi kanal paling efektif untuk menguji daya beli masyarakat sekaligus mengukur respons pasar terhadap inovasi teknologi terbaru yang diluncurkan oleh para produsen global.
Selain pameran kendaraan, GIIAS Surabaya 2026 juga menyajikan berbagai program edukasi terkait keselamatan berkendara dan penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Hal ini penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya transisi energi di sektor transportasi. Dengan dukungan pemerintah yang kuat, partisipasi aktif dari pelaku industri, serta antusiasme yang tinggi dari masyarakat, target penjualan di atas 850.000 unit pada tahun 2026 dipandang sebagai target yang realistis.
Sebagai penutup, kesuksesan GIIAS Surabaya 2026 menjadi sinyal kuat bahwa industri otomotif Indonesia masih memiliki ketahanan yang luar biasa. Optimisme yang dipancarkan dari Surabaya ini diharapkan dapat menular ke seluruh lini industri otomotif di tanah air. Dengan ekosistem yang terus diperkuat, teknologi yang terus diperbarui, dan jangkauan pasar yang semakin luas, industri otomotif nasional siap melaju lebih kencang untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. GIIAS bukan sekadar pameran, melainkan sebuah komitmen kolektif untuk membangun masa depan mobilitas yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih maju bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui integrasi antara kebijakan pro-industri dan semangat inovasi para pelaku otomotif, Indonesia dipastikan akan terus menjadi pemain kunci dalam peta industri otomotif global.
