Transaksi Mobile Banking Naik 47%, Penyaluran Pembiayaan Digital BRI Finance Tumbuh 65%
Transformasi digital dalam sektor jasa keuangan di Indonesia kini telah mencapai titik akselerasi yang signifikan. Masyarakat semakin beralih dari metode transaksi konvensional menuju ekosistem digital yang menawarkan efisiensi, kecepatan, dan kemudahan akses. Fenomena ini tidak hanya tercermin pada aktivitas perbankan sehari-hari, tetapi juga merambah ke sektor pembiayaan atau multifinance, di mana pengajuan kredit kini bisa dilakukan dalam genggaman tangan. Data terbaru menunjukkan bahwa adopsi teknologi ini berdampak positif terhadap kinerja industri, sebagaimana dibuktikan oleh PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) yang mencatatkan pertumbuhan impresif di sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI), volume transaksi mobile banking pada Agustus 2026 mencatatkan lonjakan tajam sebesar 47,08% secara year-on-year (YoY). Angka ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan kenyamanan transaksi digital semakin menebal. Secara agregat, volume transaksi pembayaran digital nasional bahkan berhasil menembus angka 6,11 miliar transaksi, dengan tingkat pertumbuhan mencapai 40,36% YoY. Bank Indonesia menilai, capaian ini merupakan hasil dari perluasan infrastruktur pembayaran digital yang semakin merata, mulai dari sistem QRIS, transfer daring, hingga integrasi super-app perbankan yang semakin canggih.
Sejalan dengan tren makro tersebut, industri multifinance juga ikut memetik buah dari digitalisasi. BRI Finance, sebagai salah satu pemain kunci di sektor ini, mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan melalui kanal digital sebesar 65% YoY hingga Agustus 2026. Angka pertumbuhan yang signifikan ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi motor penggerak bagi performa bisnis perseroan secara menyeluruh. Tercatat, total penyaluran pembiayaan (disbursement) BRI Finance melonjak drastis hingga 84,15% YoY pada periode yang sama. Pencapaian ini menegaskan bahwa strategi transformasi digital yang diusung perseroan telah berhasil menyasar segmen pasar yang tepat dan menjawab kebutuhan konsumen akan layanan keuangan yang instan.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari strategi integrasi ekosistem yang solid bersama induk usahanya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sinergi ini memungkinkan BRI Finance untuk memanfaatkan basis nasabah yang luas dari BRI, sekaligus mengoptimalkan platform digital induk perusahaan untuk menjangkau calon debitur di berbagai pelosok daerah. "Per Agustus 2026, permintaan dan pembiayaan melalui kanal digital aplikasi menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini didukung oleh sinergi dengan platform digital BRI, yang tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan, tetapi juga memberikan proses pengajuan yang lebih mudah, praktis, dan transparan," ujar Aditia.
Dalam lanskap pembiayaan saat ini, kemudahan akses adalah kunci. Jika di masa lalu calon debitur harus meluangkan waktu untuk datang ke kantor cabang dan mengurus tumpukan dokumen fisik, kini proses tersebut telah dipangkas melalui sistem digitalisasi end-to-end. Nasabah dapat melakukan simulasi kredit, mengunggah dokumen persyaratan, hingga memantau status pengajuan secara real-time melalui aplikasi. Kecepatan pemrosesan data yang didukung oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam sistem credit scoring BRI Group memungkinkan keputusan pembiayaan diambil lebih cepat dengan manajemen risiko yang tetap terjaga secara ketat.
Dari sisi portofolio produk, pengajuan pembiayaan melalui kanal digital BRI Finance masih didominasi oleh segmen Pemilikan Kendaraan Bermotor (KKB) untuk mobil baru (new car). Fokus pada segmen ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk menjadi pemimpin pasar di sektor pembiayaan otomotif. Dengan memanfaatkan jaringan dealer yang luas dan dukungan platform digital BRI, BRI Finance mampu memberikan penawaran bunga yang kompetitif serta program promosi yang terpersonalisasi bagi nasabah. Strategi captive market ini menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi oleh pesaing, mengingat integrasi antara bank dan multifinance dalam satu ekosistem memberikan kenyamanan one-stop service bagi nasabah.

Namun, di tengah masifnya penggunaan kanal digital, BRI Finance tidak melupakan sisi krusial lainnya, yakni literasi digital dan keamanan siber. BRI Finance secara konsisten menekankan bahwa kemudahan akses harus diimbangi dengan pemahaman nasabah mengenai prosedur yang aman. Edukasi mengenai tata cara pengajuan pembiayaan daring dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi nasabah dari potensi penipuan atau penyalahgunaan data pribadi. Perseroan menyadari bahwa di era digital, kepercayaan nasabah (customer trust) adalah aset yang paling berharga. Oleh karena itu, setiap pembaruan sistem aplikasi selalu disertai dengan standar enkripsi data yang tinggi sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menatap masa depan, BRI Finance telah menyusun peta jalan strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat. Fokus utama perseroan terletak pada penyempurnaan pengalaman pengguna (user experience atau UX). Aplikasi pembiayaan akan terus dikembangkan agar lebih intuitif, responsif, dan mampu mengakomodasi kebutuhan nasabah yang dinamis. Selain itu, penguatan sinergi digital dengan ekosistem BRI Group akan terus ditingkatkan, termasuk eksplorasi fitur-fitur baru yang mendukung gaya hidup nasabah modern, seperti pembiayaan hijau (green financing) atau layanan pembiayaan produktif bagi pelaku UMKM.
Pertumbuhan 65% pada kanal digital ini juga memberikan sinyal bahwa segmen masyarakat kelas menengah di Indonesia telah siap sepenuhnya mengadopsi layanan keuangan berbasis teknologi. Hal ini juga menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri jasa keuangan untuk terus berinovasi. Dengan dukungan infrastruktur internet yang semakin membaik dan penetrasi smartphone yang merata, BRI Finance optimistis bahwa kontribusi kanal digital terhadap total portofolio perusahaan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Selain aspek teknologi, faktor sumber daya manusia juga memegang peranan penting. BRI Finance terus melakukan peningkatan kapabilitas tim internal agar mampu beradaptasi dengan budaya kerja yang agile dan berorientasi pada data. Pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making) kini menjadi standar baru dalam operasional perseroan. Dengan menganalisis perilaku nasabah melalui kanal digital, BRI Finance dapat lebih presisi dalam menentukan target pasar dan merancang produk yang sesuai dengan profil risiko serta kemampuan finansial nasabah.
Secara makro, apa yang dicapai oleh BRI Finance mencerminkan optimisme ekonomi Indonesia. Sektor otomotif, yang sering dijadikan indikator daya beli masyarakat, menunjukkan ketahanan yang baik dengan dukungan pembiayaan digital yang efisien. Ketika masyarakat merasa dimudahkan dalam mengakses modal atau kredit, maka roda ekonomi akan berputar lebih kencang. Sinergi antara kebijakan moneter yang kondusif dari Bank Indonesia dan inovasi produk dari industri multifinance terbukti menjadi kombinasi yang efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai penutup, langkah yang diambil oleh BRI Finance untuk memperkuat jalur digital bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah kebutuhan fundamental untuk bertahan di era ekonomi digital. Dengan kombinasi antara kekuatan ekosistem induk, inovasi teknologi yang berkelanjutan, dan komitmen terhadap edukasi nasabah, perseroan berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan posisinya sebagai mitra keuangan terpercaya. Ke depan, peran teknologi akan terus diperluas, tidak hanya untuk mempermudah akses kredit, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Dengan tetap memprioritaskan keamanan dan kemudahan, BRI Finance siap melangkah lebih jauh dalam memberikan solusi finansial yang relevan bagi generasi masa kini dan masa depan.
