Bidik Kategori KBMI III, Bank Mandiri Taspen Garap Potensi ‘Silver Economy’
Bidik Kategori KBMI III, Bank Mandiri Taspen Garap Potensi ‘Silver Economy’
Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) kini tengah menapaki babak baru dalam transformasi bisnisnya dengan menetapkan target ambisius untuk naik kelas ke dalam kategori Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) III pada tahun 2028. Di tengah lanskap ekonomi yang menantang pada semester II-2026, perseroan memilih strategi yang berfokus pada ketangguhan fundamental daripada sekadar pengejaran pertumbuhan yang agresif. Strategi ini mencakup penguatan kualitas aset, optimasi efisiensi operasional melalui digitalisasi, serta pemanfaatan momentum fenomena silver economy yang kini menjadi lokomotif pertumbuhan utama perusahaan.
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, menegaskan bahwa perubahan paradigma perbankan saat ini menuntut setiap institusi untuk lebih adaptif. Di tengah tren suku bunga tinggi dan persaingan likuiditas yang semakin ketat, keberhasilan perbankan tidak lagi diukur dari seberapa cepat mereka tumbuh, melainkan dari seberapa stabil bank tersebut dalam menyeimbangkan profitabilitas dengan manajemen risiko. Fokus perseroan saat ini adalah memastikan rasio kredit bermasalah tetap rendah melalui sistem early warning yang canggih, sekaligus memperkuat dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) untuk menjaga struktur pendanaan yang berkelanjutan.
Salah satu pilar utama yang menjadi keunggulan kompetitif Bank Mandiri Taspen adalah penguasaan ekosistem pensiunan di Indonesia. Dengan memanfaatkan fenomena silver economy, perseroan melihat adanya pergeseran perilaku pada masyarakat lanjut usia. Generasi pensiunan saat ini bukan lagi kelompok yang pasif secara finansial, melainkan individu yang tetap produktif, sehat, dan memiliki kebutuhan literasi keuangan yang tinggi. Bank Mandiri Taspen hadir untuk memfasilitasi kebutuhan ini, baik melalui penyediaan kredit produktif bagi para wirausaha senior maupun melalui penyediaan instrumen investasi yang aman dan terukur.
Langkah ini didukung oleh penerapan teknologi data analytics dalam proses underwriting kredit. Dengan memanfaatkan data perilaku nasabah, bank dapat melakukan penilaian risiko yang jauh lebih presisi. Monitoring portofolio dilakukan secara real-time, memungkinkan pihak bank untuk melakukan intervensi dini jika terdapat indikasi penurunan kualitas kredit pada debitur. Pendekatan berbasis data ini bukan hanya bertujuan untuk menekan angka kredit bermasalah, tetapi juga untuk memberikan layanan yang lebih personal dan tepat sasaran kepada para nasabah senior.
Transformasi digital melalui aplikasi "Movin" menjadi kunci utama dalam strategi phygital banking yang diusung oleh Bank Mandiri Taspen. Konsep ini memadukan kemudahan layanan digital dengan sentuhan layanan fisik yang tetap dibutuhkan oleh nasabah lanjut usia. Meskipun nasabah senior cenderung lebih menyukai interaksi tatap muka, adopsi teknologi digital tetap menjadi keharusan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Melalui Movin, nasabah dapat melakukan transaksi perbankan dasar hingga pengelolaan aset dengan lebih efisien, yang pada akhirnya akan memangkas biaya operasional dan memperpendek birokrasi internal yang selama ini menjadi hambatan bagi bank-bank konvensional.

Ke depan, Bank Mandiri Taspen berkomitmen untuk mentransformasi aplikasi Movin menjadi sebuah one-stop financial application. Inovasi yang tengah dikembangkan mencakup fitur wealth management yang lebih komprehensif, pembayaran digital yang terintegrasi, hingga fitur investasi emas. Investasi emas dipilih karena karakteristiknya yang dianggap sebagai safe haven bagi kelompok usia senior yang cenderung menghindari instrumen keuangan dengan volatilitas tinggi. Penambahan fitur ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas ekosistem keuangan bagi warga senior, sehingga seluruh kebutuhan finansial mereka—mulai dari kebutuhan harian hingga perencanaan warisan—dapat terpenuhi di bawah satu payung layanan.
Untuk mencapai target KBMI III pada 2028, Bank Mandiri Taspen telah menyiapkan peta jalan yang terukur. Peningkatan modal inti akan dilakukan secara organik melalui laba ditahan dan penguatan operasional, serta melalui sinergi dengan induk perusahaan. Skala bisnis akan diperluas tidak hanya pada segmen pensiunan ASN dan TNI/Polri, tetapi juga menyasar ekosistem UMKM produktif yang dikelola oleh pensiunan. Sinergi antara kredit pensiunan dan pembiayaan UMKM ini diharapkan mampu menciptakan efek pengganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Lebih jauh lagi, penguatan Senior Citizen Financial Ecosystem menjadi visi strategis perusahaan. Bank Mandiri Taspen ingin memposisikan diri bukan sekadar sebagai penyalur kredit, melainkan sebagai mitra pendamping bagi pensiunan dalam menjalani masa tua yang produktif. Dengan memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan di masa pensiun, perusahaan membangun loyalitas nasabah yang sangat kuat. Hubungan yang terjalin antara bank dan nasabah bersifat jangka panjang, yang menjadi fondasi stabilitas dana murah bagi bank.
Menghadapi tantangan tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya, manajemen Bank Mandiri Taspen tetap optimistis. Optimisme ini berpijak pada fakta bahwa pasar segmen senior di Indonesia masih sangat luas dan belum tergarap maksimal oleh perbankan nasional. Dengan terus mengasah keunggulan kompetitif di bidang layanan digital, efisiensi operasional, dan pemahaman mendalam mengenai perilaku nasabah senior, Bank Mandiri Taspen berupaya menjadi the undisputed leader atau pemimpin mutlak dalam ekosistem keuangan senior.
Kesuksesan dalam menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan kualitas aset akan menjadi pintu masuk bagi perseroan untuk meningkatkan modal inti sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan dukungan teknologi yang semakin matang dan model bisnis yang fokus pada nasabah, Bank Mandiri Taspen yakin bahwa target KBMI III bukanlah sekadar ambisi di atas kertas, melainkan hasil dari kerja keras yang konsisten dalam membangun masa depan keuangan yang lebih inklusif dan stabil bagi seluruh nasabah senior di Indonesia.
Transformasi ini juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung inklusi keuangan nasional. Dengan mengarahkan para pensiunan untuk tetap aktif dalam kegiatan produktif, Bank Mandiri Taspen secara tidak langsung membantu mengurangi beban ekonomi negara melalui peningkatan kemandirian finansial masyarakat lanjut usia. Melalui kolaborasi antara kekuatan ekosistem induk, inovasi teknologi, dan pemahaman pasar yang tajam, Bank Mandiri Taspen siap untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, memberikan kontribusi positif bagi industri perbankan nasional, serta menjadi pilar utama dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat senior di tanah air.